Koran indopos , 23 Oktober 2005 halaman 22 berjudul puluhan santri kesurupan, diceritakan sejumlah santri pondok pesantren syaibul barokah pandeglang, banten kesurupan jin, apa pasal? Puluhan santri itu ternyata sedang mengikuti pesantren ramadhan dan rukyat. Anehnya puluhan santri yang kesurupan semuannya adalah perempuan. beberapa orang panitia ikut turun tangan mereka berusaha memegangi dan menenangkan peserta yang kesurupan.
Mau keluar sendiri atau dipaksa? Kata ustadz zulkipli menyuruh jin yang ada dalam tubuh peserta agar keluar.
Mau keluar sendiri. Jawab peserta yang kesurupan itu dengan wajah lunglai.
Mana plastiknya!. Kata ustad zulkifli. Lalu diambil platik hitam dan di dekatkan kemulut wanita yang kesurupan. Tak lama kemudian keluar dari mulut korban kesurupan itu muntah(biasanya kalo orang kampung muntahnya berupa kangkung, tempe dan lontong sayur yang disantap malam kemarin).
Ada hal yang aneh mengapa ketika jin itu keluar justru muntahan(yang mungkin keluar kangkung, tempe dan lontong yang kemaren dia santap.) Apakah jin berubah jadi muntahan, atau barang kali jin itu bisa keluar kalau ada boncengan dari muntahan perut si korban kesurupan.
Menurut kalangan ahli jiwa dan seorang ulama muhammad al ghozali. Fenomena kesurupan jin tidak lain adalah faktor gangguan jiwa. Sebagian kalangan ahli jiwa mengkalim kesurupan jin sebagai skyzofrenia.
Skyzofrenia sendiri merupakan penyakit gangguan jiwa yang bertaraf berat dan termasuk salah satu dari 70 macam gangguan jiwa yang ada di indonesia. Di dunia medis terdapat lebih dari 300 gangguan jiwa.
Skyzofrenia berasal dari kata shizo berarti jiwa dan phren yang berarti kacau. Kalau digabung maka Skyzofrenia berarti jiwa yang terbelah atau jiwa yang kacau karena penyakit ini menyebabkan penderita seolah olah punya jiwa yang lain.
Fenomena kesurupan masal pernah terjadi pula pada beberapa pelajar di bandung beberapa waktu lalu ketika itu kejadiannya ditanggapi oleh direktur rumah sakit jiwa bandung, dr dengara pane seperti ditulis dalam harian umum pikiran rakyat, jum'at 26/3/2005. Dia mengatakan "saya sangat membantah keras adanya hubungan antara kesurupan dengan dunia gaib. Kesurupan itu diakibatkan oleh adanya gangguan emosional dalam diri para siswi tersebut yang menyebabkan terjadinya perubahan kepribadian."
banyak studi antropologi kedokteran menyebutkan kesurupan hanya gejala penyakit akibat kebudayaan setempat, gejala kebudayaan setempat ini diperparah oleh kondisi ekonomi dan sosial korban. Seperti yang terjadi dikota demak, jawa tengah banyak wanita pedesaan terkena kesurupan "hantu cekik" mereka seperti tercekik leher nya. Setelah diselidiki ternyata serangan "hantu cekik" ini terjadi ketika mereka menghadapi musim paceklik. Jadi obat yang utama adalah kesejahteraan yang harus diperbaiki disamping doa ruqiynya.
(alkisah no. 25/5-18 desember 2005)
bantahan al kisah No.25/5-18 desember 2005. Oleh adam mustafa bisri al kisah No.26/19 desember - januari 2005. Hal.11.
Dalil
Q.S. Al baqoroh. 275. Dan hadits riwayat bukhari dan muslim "sesungguhnya setan menjalar dalam tubuh bani adam seperti menjalarnya darah dalam tubuhnya."
ibnu taymiyah menyatakan tidak ada imam kaum muslimin yang mengingkari masuknya jin ke dalam tubuh orang yang kesurupan. Barangsiapa yang mengingkari hal itu dan mengaku bahwa syara' mendustai kejadian tersebut, ia telah berdusta terhadap syara'. Tidak ada dalil syara' yang menafikan hal itu.
Abdullah ahmad bin hambal berkata: saya berkata kepada ayahku. Ayah suatu kaum berpendapat bahwa jin itu tidak dapat masuk ke dalam diri manusia. Jawab ayahku. Hai anakku mereka telah berdusta adanya jin telah ditetapkan dalam alquran, sunnah rasulullah dan kesepakatan para ulama'
(fathul qodir, syaukani).
Ibnu qoyyim berkata : gila (penyakit kesurupan) itu ada dua macam. Pertama gila karna pengaruh roh jahat. Kedua gila karena percampuran atau masuknya benda benda yang tidak steril atau kotor.
(dr. Fathiyakan, pandangan islam tentang sihir, santet, dan kesurupan, jakarta. Penerbit akademika pressindo, 2005.
Rasulullah pernah meruqiyah usman bin habil AS. Sahabat yang mengeluhkan bahwa shalatnya terganggu dan sering sekali ia lupa waktu shalat. Kemudian rasulullah memukul bagian punggung dan dadanya sambil mengatakan keluar wahai musuh allah. Ini artinya memukul itu secara kajian syariat boleh dalam masalah ruqiyah.
Imam ibnu taymiyah sebagaimana diceritakan muridnya ibnu qoyyim jika beliau meruqiyah orang di depan muridnya, orang tersebut dipukuli dengan rotan sampai ibnu qoyyim mengatakan : kami kira orang itu sudah mati. kerenam dipukuli sedemikian kerasnya namun ketika bangun ternyata orang itu tidak merasakan apa apa.
Senin, 22 Februari 2010
doktor (Mondok di kantor
Kemajuan teknologi memudahkan segala aktifitas manusia. Segala aktifitas dari rumah tangga, pribadi, bisnis, politik dan segala yang sepele sekalipun dapat dikerjakan secara cepat dalam satu ruangan tanpa harus berpindah-pindah. Keberkahan teknologi pada hajat manusia menyebabkan perubahan pola hidup dan kebiasaan masyarakat melek teknologi, salah satunya adalah kebiasaan "Mondok di kantor" (doktor).
Secara garis besar, siapapun orang akan betah berlama lama di kantor kecuali penganten baru dan Office Boy. betapa tidak, Ruangan ber AC, komputer yang sanggup melayani keinginan para pengguna (user) nya - bisa karaoke, main game, nonton film, chatting, transaksi bisnis perbankan, cari jodoh, dan apa saja yang kita inginkan ada di sana- dari sajadah sampai haram jadah.
Kantor masa kini tak ubahnya ruangan serba guna dan serba ada. Bermacam macam keperluan telah tersedia untuk segala type manusia dewasa. Terutama untuk pelarian orang yang rumah tangganya sedang dilanda badai derita, daripada mencari tempat singgah dan pelarian yang beresiko dan banyak biaya seperti diskotek, bioskop dan tempat hiburan lainnya lebih baik nginep di kantor, disamping gratis juga menghemat biaya.
Oleh karena itu jangan heran bila kita sering melihat gedung perkantoran baik kantor pemerintah, LSM, dan swasta nampak masih ada aktifitas padahal sudah larut malam. Bukan tidak mungkin di sana banyak orang yang mengalami badai rumah tangga. (oh.. Nasib... rumahku neraka ku, kantorku syurgaku.)
Di saat anomali ekonomi dan politik yang sulit terkendali maka mondok di kantor adalah rejeki yang berlimpah untuk karyawan yang berpenghasilan pas pasan. Karyawan bisa menggunakan telephon sepuasnya, fasilitas internet, bahkan air bersih, (karna rekening air bersih semakin mahal sering mati). Oleh karena itu "doktor" adalah alternatif menghemat pengeluaran hidup rumah tangga.
Bagi mereka yang memiliki usaha sampingan (job side) fasilitas kantor yaitu telephon, mesin faxmili, seperangkat komputer, dan jaringan internet sangat mendukung sekali maka sejak dulu sudah banyak orang mendirikan kantor dalam kantor. (kalau tak bisa korupsi anggaran maka paling tidak bisa korupsi pulsa). "Kan.. lumayan dari pada lumanyun".
Kebiasaan "doktor" yang melanda para karyawan kita baik negeri maupun swasta harus menjadi perhatian para pemangku kekuasaan untuk membangun perumaham berdampingan kantor. artinya setiap kantor yang pemerintah yang berhubungan dengan pelayanan maayarakat seperti kantor dinas pemerintah daerah harus disediakan rumah dinas yang berlokasi dalam area kantor tersebut. Banyak sekali keuntungan dari kebijakan rumah dinas tersebut.
Pertama : pelayanan masyarakat semakin cepat dan maksimal karena tidak banyak waktu terbuang akibat jarak tempuh perjalanan dari rumah ke Kantor yang selalu macet.
Kedua hemat biaya, waktu dan tenaga sehingga tidak ada alasan datang terlambat sekaligus mengurangi polusi udara karena mobilitas kendaraan berkurang pada jam kantor.
Ketiga : hubungan sosial kekeluargaan sesama staf kantor semakin akrab. Karena tetangga kita adalah sahabat kita di kantor, atau pimpinan kita juga di kantor.
Keempat: monitoring infentaris kantor selalu terpantau. salah satu modus pencurian yang hampir dianggap halal adalah mengambil benda inventaris kantor untuk keperluan pribadi dari benda yang berharga tinggi seperti kendaraan operaasional sampai benda yang tak seberapa nilainya seperti kursi dan meja kantor inventaris. bahkan barang barang yang bersifat remeh temeh seperti tempat sampah, gelas, sendok, masih saja ada orang yang senang membawa pulang. Seperti ada kebanggaan dan kepuasan tersendiri kalau suatu rumah terpajang barang curian dari kantor atau tempat kerja, seolah olah tidak sah seseorang menjadi pegawai suatu perusahaan atau instansi pemerintah kalau belum memiliki benda yang berhubungan dengan tempat kerjannya.
"doktor" menurut hukum islam.
Umar bin khattab disaat sedang konsentrasi di kantor menjalankan tugas sebagai kholifah tiba-tiba kedatangan putranya yang akan menyampaikan sesuatu.
"ada keperluan apa kau datang ke sini nak.?" tanya umar. "ingin bicara soal keluarga ayah..!" jawab putranya. tanpa bicara lagi umar langsung memadamkan lampu penerang di ruangan tersebut. "mengapa lampunya dipadamkan.?" tanya putranya. "karena pembicaraan kita adalah masalah pribadi maka haram kalau kita menggunakan lampu ini untuk membicarakan masalah pribadi. Bukankah lampu ini milik rakyat untuk keperluan rakyat juga.
Secara garis besar, siapapun orang akan betah berlama lama di kantor kecuali penganten baru dan Office Boy. betapa tidak, Ruangan ber AC, komputer yang sanggup melayani keinginan para pengguna (user) nya - bisa karaoke, main game, nonton film, chatting, transaksi bisnis perbankan, cari jodoh, dan apa saja yang kita inginkan ada di sana- dari sajadah sampai haram jadah.
Kantor masa kini tak ubahnya ruangan serba guna dan serba ada. Bermacam macam keperluan telah tersedia untuk segala type manusia dewasa. Terutama untuk pelarian orang yang rumah tangganya sedang dilanda badai derita, daripada mencari tempat singgah dan pelarian yang beresiko dan banyak biaya seperti diskotek, bioskop dan tempat hiburan lainnya lebih baik nginep di kantor, disamping gratis juga menghemat biaya.
Oleh karena itu jangan heran bila kita sering melihat gedung perkantoran baik kantor pemerintah, LSM, dan swasta nampak masih ada aktifitas padahal sudah larut malam. Bukan tidak mungkin di sana banyak orang yang mengalami badai rumah tangga. (oh.. Nasib... rumahku neraka ku, kantorku syurgaku.)
Di saat anomali ekonomi dan politik yang sulit terkendali maka mondok di kantor adalah rejeki yang berlimpah untuk karyawan yang berpenghasilan pas pasan. Karyawan bisa menggunakan telephon sepuasnya, fasilitas internet, bahkan air bersih, (karna rekening air bersih semakin mahal sering mati). Oleh karena itu "doktor" adalah alternatif menghemat pengeluaran hidup rumah tangga.
Bagi mereka yang memiliki usaha sampingan (job side) fasilitas kantor yaitu telephon, mesin faxmili, seperangkat komputer, dan jaringan internet sangat mendukung sekali maka sejak dulu sudah banyak orang mendirikan kantor dalam kantor. (kalau tak bisa korupsi anggaran maka paling tidak bisa korupsi pulsa). "Kan.. lumayan dari pada lumanyun".
Kebiasaan "doktor" yang melanda para karyawan kita baik negeri maupun swasta harus menjadi perhatian para pemangku kekuasaan untuk membangun perumaham berdampingan kantor. artinya setiap kantor yang pemerintah yang berhubungan dengan pelayanan maayarakat seperti kantor dinas pemerintah daerah harus disediakan rumah dinas yang berlokasi dalam area kantor tersebut. Banyak sekali keuntungan dari kebijakan rumah dinas tersebut.
Pertama : pelayanan masyarakat semakin cepat dan maksimal karena tidak banyak waktu terbuang akibat jarak tempuh perjalanan dari rumah ke Kantor yang selalu macet.
Kedua hemat biaya, waktu dan tenaga sehingga tidak ada alasan datang terlambat sekaligus mengurangi polusi udara karena mobilitas kendaraan berkurang pada jam kantor.
Ketiga : hubungan sosial kekeluargaan sesama staf kantor semakin akrab. Karena tetangga kita adalah sahabat kita di kantor, atau pimpinan kita juga di kantor.
Keempat: monitoring infentaris kantor selalu terpantau. salah satu modus pencurian yang hampir dianggap halal adalah mengambil benda inventaris kantor untuk keperluan pribadi dari benda yang berharga tinggi seperti kendaraan operaasional sampai benda yang tak seberapa nilainya seperti kursi dan meja kantor inventaris. bahkan barang barang yang bersifat remeh temeh seperti tempat sampah, gelas, sendok, masih saja ada orang yang senang membawa pulang. Seperti ada kebanggaan dan kepuasan tersendiri kalau suatu rumah terpajang barang curian dari kantor atau tempat kerja, seolah olah tidak sah seseorang menjadi pegawai suatu perusahaan atau instansi pemerintah kalau belum memiliki benda yang berhubungan dengan tempat kerjannya.
"doktor" menurut hukum islam.
Umar bin khattab disaat sedang konsentrasi di kantor menjalankan tugas sebagai kholifah tiba-tiba kedatangan putranya yang akan menyampaikan sesuatu.
"ada keperluan apa kau datang ke sini nak.?" tanya umar. "ingin bicara soal keluarga ayah..!" jawab putranya. tanpa bicara lagi umar langsung memadamkan lampu penerang di ruangan tersebut. "mengapa lampunya dipadamkan.?" tanya putranya. "karena pembicaraan kita adalah masalah pribadi maka haram kalau kita menggunakan lampu ini untuk membicarakan masalah pribadi. Bukankah lampu ini milik rakyat untuk keperluan rakyat juga.
Langganan:
Postingan (Atom)
